Oleh :
Rosalina
Di masa-masa mendatang, arus
informasi akan makin meningkat melalui jaringan internet yang bersifat global
di seluruh dunia dan menuntut siapapun untuk beradaptasi dengan kecenderungan
itu kalau tidak mau ketinggalan jaman. Dengan kondisi demikian maka pendidikan
khususnya proses pembelajaran cepat atau lambat tidak dapat terlepas dari
keberadaan komputer dan internet sebagai alat bantu utama.
Secara ilustratif dapat dituliskan
bahwa di masa-masa mendatang isi tas anak sekolah bukan lagi buku-buku dan alat
tulis seperti sekarang ini, akan tetapi berupa komputer notebook dengan akses
internet tanpa kabel, yang bermuatan materi-materi belajar yang berupa bahan
bacaan, materi untuk dilihat atau didengar, dan dilengkapi dengan kamera
digital serta perekam suara. Hal itu menunjukkan bahwa segala kelengkapan anak
sekolah di masa itu nanti berupa perlengkapan yang bernuansa internet sebagai
alat bantu belajar.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) bukan merupakan teknologi yang berdiri sendiri, tetapi merupakan
kombinasi dari hardware dan software. Hal penting yang harus diperhatikan dalam
memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran yaitu hardware dan software yang
tersedia dan jenis metode pembelajaran yang akan digunakan. Beberapa
pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya presentasi, demonstrasi,
eksperimen virtual, dan kelas virtual. Presentasi merupakan cara yang sudah
lama digunakan, yang sekarang telah berkembang dari pemakaian OHP menjadi
komputer/laptop dan LCD proyektor. Ada beberapa keuntungan jika kita
memanfaatkan TIK diantaranya kita bisa menampilkan animasi dan video,sehingga
tampilannya menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa untuk menangkap materi
yang disampaikan. Pada zaman ini contohnya kita menggunakan software yang
paling banyak digunakan untuk presentasi yakni Microsoft Powerpoint. Pada
presentasi pun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan
presentasi, diantaranya: jangan terlalu banyak tulisan yang harus ditampilkan
agar mudah mengertinya, tulisan jangan terlalu kecil supaya tidak sulit
dilihat, perbanyak memasukkan gambar dan animasi agar menarik dan memotivasi
untuk belajar, dan usahakan bentuk presentasi yang interaktif agar peserta
belajar bisa mudah memahami.
Kedua adalah demonstrasi. Demontrasi
biasanya digunakan untuk menampilkan suatu kegiatan di depan kelas, misalnya
eksperimen. Dengan TIK, kita bisa membuat suatu film cara¬cara melakukan suatu
kegiatan misalnya cara melakukan pengukuran dengan mikrometer yang benar
sehingga dengan cara ini pelajar bisa diarahkan untuk melakukan kegiatan yang
benar atau mengambil kesimpulan dari kegiatan tersebut. Cara lain adalah
memanfaatkan media internet, kita bisa menampilkan animasi yang berhubungan
dengan materi yang kita ajarkan (meskipun tidak semuanya tersedia). Selanjutnya
adalah eksperimen virtual. Maksud dari eksperimen virtual disini adalah suatu
kegiatan laboratorium yang dipindahkan di depan komputer. Pelajar bisa
melakukan beberapa eksperimen dengan memanfaatkan software virtual eksperimen.
Metode ini bisa digunakan jika tidak mempunyai laboratorium IPA yang lengkap
atau digunakan sebelum melakukan eksperimen yang sesungguhnya. Yang terakhir
kelas virtual. Maksud kelas virtual di sini adalah siswa belajar mandiri yang
berbasiskan web, misalnya menggunakan moodle. Pada kelas maya tersebut, siswa
akan mendapatkan materi, tugas dan test secara online. Gurupun memperoleh
kemudahan dalam memeriksa tugas dan menilai hasil ujian siswa terutama hasil
ujian siswa akan dinilai secara otomatis.
Dengan pemanfaatan TIK seperti di
atas diharapkan perubahan cara berpikir dalam proses pembelajaran yakni dapat
melakukan perubahan paradigma dari sentralisasi menjadi otonomi, dari
teacher-based menjadi resource-based, dan dari teacher-centered menjadi
student-centered.
Dengan berkembangnya penggunaan TIK
diharapkan akan ada pergeseran-pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1)
dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja,
(3) dari kertas ke “on line”, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja,
(5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan
dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer,
internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan
melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan
media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan
langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam
lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space dengan menggunakan
komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang
disebut “cyber teaching” seperti kelas virtual yang telah dijelaskan di atas.
Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam
memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal yang harus diwujudkan yaitu (1)
siswa dan guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam
kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan guru, (2) harus tersedia materi yang
berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural bagi siswa dan guru, dan (3) guru
harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan alat-alat dan
sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar dapat mencapai standar
akademik.
Pengembangan TIK di Fasilitas
Pendidikan Secara Mandiri
Setidaknya ada beberapa hal yang
bisa dilaksanakan untuk membuat suatu perencanaan pengembangan pemanfaatan TIK
untuk masa depan mengalami peningkatan pada suatu fasilitas pendidikan,
diantaranya dengan : (1) Mempersatukan visi dan misi pengembangan TIK yang
ingin dicapai antara Kepala sekolah, guru dan majelis sekolah yang
bersangkutan, (2) Pembentukan Komite Teknologi seperti Organisasi Laboratorium
Komputer yang mandiri, (3) Mengidentifikasi infrastruktur lembaga, baik
hardware, software maupun sistem dan jaringan yang sudah dimiliki, (4)
Penentuan hardware dan software yang akan digunakan atau dikembangkan, (5)
Mengidentifikasi sumber daya manusia yang dimiliki, (6) Menentukan bentuk
pelatihan penguasaan TIK baik untuk guru-guru dan staf lainnya, (7) Adanya time
schedule yang jelas untuk pencapaian program pengembangan ini, (8) Penentuan
investasi yang diperlukan secara berkala tiap tahun, (9) Mengidentifikasi
perkembangan software dan kurikulum baru, (10) Mengadakan revisi perencanaan
disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi.
